Situasi COVID-19 di Indonesia

Statistik COVID-19 Aceh

Situasi COVID-19 Global

Infographics COVID-19 Global

Gejala

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti batuk kering, demam ≥380C, dan sesak napas.
Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.
Sumber – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki gejala dan telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang diketahui memiliki COVID-19, atau baru-baru ini bepergian dari daerah dengan penyebaran komunitas COVID-19 yang meluas / berkelanjutan.

Yang Dapat Anda Lakukan untuk Mencegah Penyakit

Saat ini vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba. Cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah menghindari terkena virus ini. Virus ini diperkirakan menyebar terutama:

  • Menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat penderita batuk atau bersin.
  • Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita.

Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. 

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.


Silakan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang langkah-langkah tambahan yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri.

Ambil Langkah untuk Melindungi Diri Anda dan Orang Lain


Sering-seringlah membersihkan tangan Anda

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik terutama setelah Anda berada di tempat umum, atau setelah meniup hidung, batuk, atau bersin. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci. Simak bagaimana cara mencuci tangan yang benar di sini.

Hindari kontak dekat

Tetap di rumah jika Anda sakit

Tutupi batuk dan bersin

  • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu saat Anda batuk atau bersin atau menggunakan bagian dalam siku Anda.
  • Lempar tisu bekas di tempat sampah.
  • Segera cuci tanganmu dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, bersihkan tangan Anda dengan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

Kenakan masker wajah jika Anda sakit

  • Jika Anda sakit:  Anda harus mengenakan sungkup muka ketika berada di sekitar orang lain (mis., Berbagi kamar atau kendaraan) dan sebelum Anda memasuki kantor penyedia layanan kesehatan. Jika Anda tidak dapat memakai sungkup muka, maka Anda harus melakukan yang terbaik untuk menutupi batuk dan bersin Anda.
  • Jika Anda TIDAK sakit: Anda tidak perlu memakai masker muka kecuali jika Anda merawat seseorang yang sakit (dan mereka tidak bisa memakai sungkup muka). Masker muka mungkin terbatas dan harus disimpan untuk pengasuh. Simak bagaimana cara memakai masker yang benar di sini.

Bersihkan dan disinfeksi

Hubungi dokter Anda: Jika Anda merasa terpapar COVID-19 dan mengalami demam dan gejala penyakit pernapasan, seperti batuk atau kesulitan bernapas, segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

  • Tetap di rumah kecuali untuk mendapatkan perawatan medis
  • Pisahkan diri Anda dari orang lain dan hewan di rumah Anda
  • Telepon dulu sebelum mengunjungi dokter.
  • Tutupi batuk dan sering-seringlah membersihkan tangan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Lihat juga FAQ COVID-19 Novel Coronavirus


Apakah Coronavirus dan COVID-19 itu?

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Seberapa bahayanya COVID-19 ini?

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap.
Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda?

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi COVID-19?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.
Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.