Corona, Pengusaha Tekstil Minta Bayar Listrik Ditunda 6 Bulan

Jakarta, CNN Indonesia — Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah memberikan kelonggaran bagi industri akibat pandemi virus corona. Salah satunya dalam bentuk penundaan pembayaran listrik kepada PT PLN (Persero) selama 6 bulan.

Ketua API Jemmy Kartiwa mengatakan upaya ini untuk membantu menguatkan posisi cash flow (arus kas) produsen tekstil akibat penyebaran virus corona.

“Dan pemberian diskon tarif beban idle untuk pukul 22.000 sampai 06.00 pagi,” ujarnya melalui video conference, Senin (23/3).

Ia mengungkapkan penyebaran virus corona telah menekan tajam permintaan produsen Tekstil dan dan Produk Tekstil (TPT). Namun demikian, ia mengatakan penyusutan pasar terus bergerak secara dinamis sehingga ia tak memberikan angka penurunan permintaan secara pasti. Sejauh ini, ia menyatakan API masih memantau kondisi arus kas anggotanya.

“Kami melihat juga pangsa pasar dalam negeri sampai sejauh mana. Kalau untuk ekspor sudah mulai ada yang hold delivery (menunda pengiriman),” ucapnya.

Untuk memperkuat industri TPT, ia juga meminta pemerintah memberikan perlindungan tarif berupa safeguard untuk produk pakaian jadi. Ini merupakan lanjutan dari upaya harmonisasi tarif dari industri TPT hulu ke hilir.

“Pemerintah juga perlu mengetatkan verifikasi pemberian persetujuan impor TPT agar izin yang diberikan hanya benar-benar diperuntukkan sebagai bahan baku industri,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSYFI) Redma Gita Wirawasta menyetujui pembatasan impor dibutuhkan untuk menjaga permintaan pasar yang makin menciut.

Lebih baik, menurutnya, kebutuhan TPT dalam negeri dapat dipenuhi dari 100 persen produsen lokal di tengah kondisi saat ini. Sebab, ia menuturkan pengusaha membutuhkan dua bantuan yakni dari sisi pangsa pasar dan arus kas.

“Kalau cash flow (arus kas) dibantu tapi market dibiarkan, itu tidak akan membantu sama sekali, akan percuma. Tapi kalau market diproteksi tapi cash flow tidak dibantu juga jadi masalah,”ujarnya.

sumber : cnnindonesia