Facebook Garap Peta Kepadatan Penduduk dengan Ditenagai AI

0
18

JAKARTA, iNews.id – Facebook bekerja sama dengan pusat penelitian dan organisasi non-profit untuk mengatasi masalah tantangan sosial, kesehatan, dan infrastruktur di Asia. Solusi diaplikasikan dengan memanfaatkan big data dan kecerdasan buatan (AI).

Facebook mengimplementasikan kekuatan pemrosesan komputer, keterampilan olah data yang mumpuni, dan keahlian dalam AI untuk menciptakan peta populasi lokal yang paling detail serta akurat. Facebook juga bekerja sama dengan Center for International Earth Science Information Network dari Columbia University (CIESIN (http://www.ciesin.org/) untuk memastikan upaya ini menggunakan data administratif yang terkini dari seluruh negara yang terlibat.

Melalui kombinasi seluruh data yang tersedia di publik dengan kemampuan teknologi AI, Facebook mampu menciptakan peta populasi tiga kali lebih detail dibandingkan sumber lainnya. Peta kepadatan populasi beresolusi tinggi ini akan menunjukkan estimasi jumlah penduduk dalam jarak 30 meter, termasuk jumlah anak-anak dibawah usia lima tahun, jumlah perempuan pada usia produktif, dan informasi demografis lainnya.

“Peta kepadatan populasi Facebook dapat meningkatkan kinerja lembaga non-profit, termasuk kinerja peneliti mereka, dan bagaimana kebijakan dikembangkan. Membangun produk berupa data dari sumber data non-personal seperti gambar satelit dan data sensus, memungkinkan Facebook memanfaatkan kemampuan komputasi dan olah datanya untuk seluruh dunia, serta menjaga privasi mereka,” kata juru bicara untuk Facebook Indonesia John Wagner dalam keterangannya kepada iNews.id, Kamis (20/6/2019).

Seperti diketahui, gambar resolusi tinggi dari satelit sudah digunakan hampir di seluruh dunia. Namun sebelum proyek pemetaan Facebook dimulai, dibutuhkan waktu panjang bagi para relawan untuk mengidentifikasi kota atau desa kecil.

Tim Facebook menggunakan AI untuk mengatasi masalah tersebut dan secara efisien melakukan pendataan secara detail. Misalnya untuk Indonesia, sistem pemindaian komputer menguji 725 juta gambar satuan untuk menentukan apakah di dalamnya terdapat gambar gedung. Tim menemukan sekitar 28 juta gambar lokasi gedung atau bangunan hanya dalam beberapa hari.

“Sejak saya memulai karier bidang kemanusiaan di Peace Corps hingga beberapa minggu lalu, saya berbicara dengan para ahli di World Health Assembly 2019 di Jenewa, kebutuhan yang utama saat ini adalah data populasi yang akurat,” kata peneliti Facebook Alex Pompe.

Facebook mulai mengembangkan peta kepadatan populasi sebagai alat untuk mendukung konektivitas di seluruh dunia. Dijelaskan, tak ada  data akun Facebook yang digunakan dalam proyek ini.

Selain itu, Facebook juga mengklaim, seluruh data satelit maupun sensus yang digunakan tidak mengandung data pribadi yang dapat teridentifikasi. Peta terkini untuk Indonesia dapat diunduh di halaman Facebook Humanitarian Data Exchange.

Sumber : inews.id